Movie

Belajar dari Film The Talented Mr. Ripley

PERHATIAN, MUNGKIN ADA SPOILER, READ AT YOUR OWN RISK ๐Ÿ˜€

Siang ini secara beruntung saya menonton sebuah film yang memberikan pesan yang baik bagi para penontonnya. Saya tadinya tidak berminat menonton film ini hingga kakak saya kemudian mengatakan kalau film ini bagus. Yah kebetulan juga mengisi waktu, jadi kenapa tidak diisi dengan menonton.

Mungkin yang membaca tulisan saya ini sudah pernah menonton atau setidaknya mendengar film yang berjudul The Talented Mr. Ripleyย (TTMR). Film ini dibintangi oleh Matt Damon, Jude Law, Gwyneth Paltrow, Cate Blanchett (is that how her name written?), Jack Davenport, Philip Seymour Hoffman, dan lain-lain. Plotnya terbilang cukup twisting, banyak kejutan-kejutan seiring dengan berjalannya cerita.

TTMR berawal saat Tom Ripley (Matt Damon) bermain piano di suatu acara dan mengenakan jas dari Princeton University, kemudian ia dihampiri oleh seorang pengusaha kapal bernama Greenleaf. Si Tuan Greenleaf ini ternyata punya anak yang juga kuliah di Princeton, jadi melihat Ripley yang memakai jas tersebut, spontan dia bertanya apakah Ripley kenal dengan anaknya. Ripley yang memang pintar menipu, menjawab dia kenal dengan anak Greenleaf, yaitu Dickie. Kemudian diceritakan bahwa Tuan Greenleaf meminta tolong pada Ripley untuk membawa Dickie yang sedang berada di Italia untuk pulang ke Amerika dan akan membayar Ripley senilai US$1000. Tentu saja Ripley pergi ke Italia.

Di Italia, ia berkenalan dengan Dickie dan menjalin hubungan baik dengannya dan tunangannya, Marge. Namun lama kelamaan Ripley menjadi enak sendiri dengan kehidupan mewah yang Dickie berikan untuknya. Suatu hari Dickie tidak sengaja memergoki Ripley mengenakan pakaian dan sepatunya, serta berperilaku seperti Dickie. Langsung Dickie mengkonfrontasi Ripley dan timbul rasa tidak percaya dari Dickie terhadap Ripley.

Plot semakin berkembang setelah selingkuhan Dickie di Italia, Silvana, bunuh diri karena merasa putus asa dengan Dickie. Kemudian baru diketahui kalau Silvana mengandung anak Dickie ketika ia bunuh diri. Setelah insiden ini, Dickie berbicara kepada Ripley bahwa ia tidak akan lagi membiayai semua kemewahan yang ia berikan untuk ‘teman’nya tersebut, ia berencana untuk pindah dari tempat tinggalnya yang sekarang. Maka dari itu, Dickie mengajak Ripley untuk berjalan-jalan ke Sanremo untuk melihat tempat baru yang akan dijadikan tempat tinggalnya. Di sana mereka menyewa kapal dan berhenti di tengah laut. Di sini Dickie mengatakan kalau Ripley membosankan dan ia berencana untuk menikah dengan Marge. Ripley yang mendengar hal ini mendadak menjadi marah dan memukuli Dickie dengan dayung yang ada di kapal hingga Dickie meninggal. Dari sinilah plot mulai dinamis.

Ripley yang membunuh Dickie kemudian berpura-pura menjadi Dickie, ia menggunakan uang Dickie untuk membeli berbagai barang, bahkan ia membohongi setiap orang yang ia temui dengan mengatakan bahwa ia adalah Dickie Greenleaf. Setelah rangkaian kebohongan yang ia lakukan, Ripley membeli sebuah apartemen di Roma dengan mengatasnamakan Dickie Greenleaf. Seorang teman baik Dickie, yaitu Freddie datang berkunjung ke apartemen tersebut untuk menemui Dickie, tapi ia menyadari ada hal yang aneh di situ. Furnitur di apartemen tersebut tidak sesuai dengan kepribadian Dickie, ia mencurigai kalau Ripley membohonginya dan sebenarnya ada sesuatu yang terjadi dengan Dickie. Panik kalau Freddie akan melaporkan dirinya ke polisi, Ripley membunuh Freddie dan membuang mayatnya di Roma.

Ripley kemudian bermain kucing-kucingan dengan polisi Italia, berusaha untuk menghindari tuduhan pembunuhan Freddie yang ditujukan kepadanya sebagai Dickie Greenleaf. Ripley kemudian memalsukan kematian Dickie dengan menuliskan surat bunuh diri yang ditujukan untuk dirinya sendiri sebagai ucapan selamat tinggal.

Berusaha mencari keberadaan anaknya, Tuan Greenleaf datang ke Italia dan menemui Ripley. Tunangan Dickie, Marge, kerap menaruh curiga bahwa Ripleylah yang membuat Dickie menghilang selama ini. Selama tinggal di Italia, Marge menumpang di rumah Dickie untuk sementara untuk kemudian menemukan fakta bahwa di rumah tersebut terdapat cincin Dickie. Kecurigaan Marge semakin bertambah besar dan ini membuat Ripley panik, ia berencana untuk membunuh Marge juga untuk membungkam mulutnya. Beruntungnya, teman Marge, yaitu Peter Smith-Kingsley datang di saat yang tepat, sebelum Ripley membunuh Marge.

Kemudian hal mengejutkan terjadi, detektif swasta yang disewa Tuan Greenleaf mengetahui bahwa Ripley bukanlah lulusan Princeton, alih-alih menjerumuskannya sebagai pembunuh Dickie, detektif tersebut memberikan penawaran yang menggiurkan untuk Ripley. Ternyata Dickie ketika kuliah pernah melakukan tindakan kekerasan terhadap mahasiswa lain dan menyebabkan mahasiswa tersebut cacat. Untuk menyelamatkan nama baik keluarga, Tuan Greenleaf mengirim Dickie untuk tinggal di Italia supaya tidak dilacak oleh polisi. Karena merasa Ripley selama ini sudah menjaga rahasia Dickie dengan baik, keluarga Greenleaf mengalihkan uang allowanceย Dickie untuk diberikan kepada Ripley.

Tentu saja Ripley jadi kaya dan akhirnya berpergian dengan kekasihnya, si Peter Smith-Kingsley. Di kapal yang mereka tumpangi, Ripley bertemu dengan Meredith Logue, seorang anak pengusaha tekstil yang ditemui Ripley pada awal film dengan berpura-pura sebagai Dickie Greenleaf. Merasa takut karena ternyata Meredith kenal dengan Peter Smith-Kingsley, Ripley merasa bingung karena ada kemungkinan rahasianya bisa bocor. Smith-Kingsley mengenal Ripley sebagaimana ia adalah Tom Ripley, sementara Meredith mengenal Ripley sebagai Dickie. Was was Smith-Kingsley dan Meredith akan berbincang-bincang apabila bertemu, Ripley kemudian mencekik Smith-Kingsley hingga mati sambil menangis.

Di akhir film diceritakan bahwa Ripley kini sendiri lagi sambil terus menutupi semua kebohongan yang dia lakukan.

Aduh kebanyakan spoiler, maaf yak ahahaha. Intinya saya dibuat terus terkejut dengan film ini, plotnya berkembang dengan baik menurut saya. Yang tadinya bermula dari sesuatu yang simple, yaitu Ripley yang berbohong mengenai ia adalah lulusan Princeton dan mengaku kenal dengan Dickie. Hal itu kemudian berkembang menjadi rumit karena Ripley terobsesi dengan Dickie dan tidak ingin kemewahan yang selama ini diberikan oleh temannya tersebut hilang begitu saja. Jadilah ia terus berbohong kepada orang-orang di sekitarnya dan kehilangan mereka satu per satu. Marge yang mencurigai tingkah laku Ripley, di akhir filmnya menuduh Ripley telah membunuh Dickie, padahal tadinya ia berteman baik dengan Marge juga. Bahkan Marge sempat kasihan terhadap Ripley karena Dickie sempat menjauhinya karena ada Freddie yang datang berkunjung ke rumah Dickie.

Selain Marge, Ripley juga harus kehilangan orang yang baru dicintainya, yaitu Smith-Kingsley, hanya karena tidak mau rahasianya ketahuan. Selain kehilangan orang-orang, Ripley juga kehilangan rasa aman terhadap dirinya sendiri, ia kini harus jaga-jaga karena mungkin saja ada polisi yang akan menangkapnya. Rasa paranoid itu yang membuat hidupnya tidak tenang dan terus dihantui rasa takut. Dalam menutupi kebohongan dan tindakannya, Ripley harus menutupnya dengan kebohongan lain. Terus begitu hingga ia benar-benar kehilangan semuanya (kecuali uang). Dalam film tersebut, nilai inilah yang ingin ditonjolkan menurut saya. Dalam melakukan suatu kebohongan, orang akan berbohong lagi untuk menutupinya. Terus menerus hingga akhirnya ia tidak tahu mana yang benar dan mana yang bohong. Hal yang sama terjadi dengan Ripley yaitu ketika ia berpura-pura menjadi Dickie, ia sampai merasa bahwa ia adalah Dickie itu sendiri dan bertingkah seperti Dickie sehari-harinya. Ia sudah kehilangan dirinya sendiri dan terlibat dalam kompleksitas yang tidak disangka sama sekali.

Ada beberapa dialog yang menurut saya menarik, yaitu perkataan Ripley:

Menurutku tidak ada orang yang jahat, setidaknya di dalam pikiran mereka sendiri. Mereka selalu mengatakan dirinya benar dan punya argumen atas hal itu. Orang yang dapat melakukan hal buruk sebenarnya tidak merasa salah, mereka punya pembelaan atas hal itu. Bagaimana mereka melaluinya menjadi hal yang sulit, tapi kalau aku, aku akan membuang hal-hal buruk yang telah kulakukan ke dalam ruangan bawah tanah dan menguncinya rapat. Kuncinya akan kusimpan selamanya dan mungkin suatu saat aku akan memberikan kunci itu pada orang yang betul-betul berharga untukku.

Dari dialog ini, saya merasa yakin dengan perkataan seorang teman, bahwa di dunia tidak ada yang namanya kebenaran, yang ada hanya perspektif semata. Semua orang tentu merasa apa yang ia lakukan adalah benar, setidaknya di dalam pikirannya sendiri, seperti yang dikatakan Ripley.

Di akhir film, ketika rahasianya hampir terbongkar apabila Smith-Kingsley dan Meredith berbincang, ia mengatakan pada Smith-Kingsley bahwa ia tidak akan memberikan kunci rahasianya terhadap siapa pun, tidak akan ada siapa pun kecuali dirinya yang memegang kunci tersebut.

Impresi saya terhadap film ini: WOW. Cerdas ๐Ÿ™‚ Plotnya disusun sedemikian rupa, sehingga saya sebenarnya bukan merasa Ripley jahat atau bagaimana, tapi lebih ke arah: kok bisa sampai segini jauhnya…ย Hanya karena kebohongan kecil yang diikuti dengan kebohongan lainnya, semua hal jadi rumit dan menjadi serius. Akting yang disajikan oleh pemerannya benar-benar menawan sampai sangat menyakinkan karena memang tergambarkan bahwa Ripley terobsesi dengan Dickie dan Dickie yang diperankan oleh Jude Law betul-betul memancarkan karisma yang kuat ๐Ÿ™‚

Ada satu dialog menarik antara Marge dengan Ripley yang menarik saat Marge berusaha menghibur Ripley yang kesepian karena dicuekin Dickie:

Dickie itu seperti matahari; ceria dan hangat kalau berada di dekat kita. Tapi kalau dia menjauhi kita, semuanya akan terasa kelam dan dingin. Kita menginginkannya kembali di hidup kita, untuk memerhatikan kita kembali seperti dulu dia tertarik ketika pertama bertemu. Semua orang yang mengenal Dickie begitu, sama dengan Freddie, khususnya dirimu (Ripley). Tapi itu baru prianya saja, belum dengan yang perempuan…

Intinya sih, film ini bagus, secara pesan dan detil cukup membuat saya terpana. Dan ternyata cerita ini diangkat dari cerita novel berjudul sama karangan Patricia Highsmith, udah gitu ternyata ada lanjutan dari cerita ini sebanyak 4 buku, jadi ada total 5 buku ๐Ÿ˜€ Jadi tertarik untuk membeli dan mengikuti ceritanya. Tapi cari di toko buku mana ya? Mungkin akan sulit dan makan waktu karena ini buku lama kalau gak salah. Doakan saya supaya ketemu buku ini ya, atau kalau ada yang punya informasinya boleh lho komen di post ini hehehe, terima kasih! ๐Ÿ˜‰

 

Advertisements

Categories: Movie

Tagged as: ,

9 replies »

  1. wah kebetulan juga, gue juga suka filmnya, iseng iseng liat hbo ternyata ada film ini. awalnya sih agak sedikit rancu, tapi lama kelamaan makin keren, cuma ending filmnya bikin penasaran hehehe. yang gue tanyain apa tom ripley itu gay/homo? soalnya di film tokoh tom tuh mesra abis sama dickie & peter smith. hahahaha ๐Ÿ˜€

    • hehe itu juga sih yg menggelitik, apakah si ripley gay atau bukan. tapi berdasarkan persepsi sendiri, dia emang punya sexual desire ke dickie, yg pas adegan di kereta dia nyender ke bahunya dickie dan kayak nyium aroma badannya si dickie. agak quirky itu hehe. kalo si peter smith sih emang gay ya keliatan, ripley mungkin hanya menyambut karena dia ngga punya temen sama sekali mendekati akhir film. liat ulasan novelnya di wikipedia, ada tulisan mengenai si authornya bilang, ripley itu ya boleh dibilang gay. tapi pendapat gw sih dia emang punya sexual desire yang aneh ๐Ÿ˜€ cmiiw

  2. kebetulan sya baca buku ini versi inggrisnya..dan dibuku itu sbnernya Tom bukan gay, hnya kecenderungan psikopat hehe…btw, klo mw nnton filmnya dmna ya? soalnya ceritany keren bgt. dn gw pgn liat kyk ap filmnya :))

  3. aduh…aku nyari filmnya gak ktemu2….maaf anda ntn filmnya bentuk dvd atau file downloadan….bolehkah berbagi dgn saya…trimakasih sblmnya…..

  4. Mungkin ada bukunya yang masih di jual, tapi biasanya di internet kayak di amazon gitu, soalnya di situ banyak jual buku-buku lama………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s