Amusement

Sensasi J-Drama: Sora Kara Furu Ichioku no Hoshi

It’s funny when you are attracted to something in an unimaginable way.

Kira-kira kalimat ‘lebay’ di atas bisa menggambarkan pertemuan saya dengan dorama berjudul Sora Kara Furu Ichioku no Hoshi atau One Million Stars Falling from the Sky atau The Smile Has Left Your Eyes. Berawal dari lagu BGM Running Man yang mengundang rasa penasaran akan siapa composer lagu tersebut, saya berakhir di sebuah laman YouTube yang mengindikasikan bahwa BGM tersebut ternyata adalah score untuk suatu dorama (atau drama jepang, j-drama). Oya, BGM yang membuat saya tertarik itu judulnya ‘Resolver’ dan komposernya Ryo Yoshimata. 

As always, in times like this, I would want to search on Google. Pas googling, saya gak nemu banyak informasi, tapi cukup dengan sebaris kalimat: This drama is arguably one of Kimura Takuya’s best appearance, rasa penasaran pun semakin menjadi-jadi.

Langsung saya cari website yang menyediakan streaming dorama ini gratis (tetep).

Dan lagi-lagi seperti biasa, saya menonton dorama ini di YouTube dengan bantuan seorang user yang getol upload semua episode dorama ini. Sayang, kadang-kadang audio-nya suka mati, jadi musti cari user lain. Tapi gakpapa, gak mengganggu pengalaman nonton sama sekali, lagi pula ini dorama udah jadul (sekitar tahun 2000-an), what do I expect?

My impression was DANG IT!! Terlalu keren (jalan ceritanya)!!!

Kenapa ada ‘jalan cerita’ di dalam kurungan? Karena ada beberapa hal di drama ini yang sepertinya menurut saya kurang dipoles dengan baik, tapi terlepas dari teknik dan segala macamnya, menurut saya jalan ceritanya lain dari drama biasanya (apalagi K-drama). To be honest, ketika nonton ini, saya baru saja selesa nonton The Heirs (k-drama yang ada Lee Min ho-nya). Dan jujur saja, agak males sama k-drama karena si The Heirs ini.

KENAPA??

Karena The Heirs ini lebaynya minta ampun, menurut saya bisa disejajarin sama sinetron-sinetron di RCTI. Yastaga, LEBAY!! Terlalu banyak drama dan ngehe banget (haha jadi emosi), satu-satunya alasan saya masih nonton adalah karena ada Lee Min ho dan Kim Woo-bin. Lain dari itu, mungkin saya memilih gak nonton. Mana tahan sama anak umur 18 tahun yang sengaknya setinggi menara Petronas?? Kembar pula! Jadi double effect.

Ehm.

Anyhow, mengganti tontonan dari k-drama ke j-drama (dorama) menjadi hiburan yang pas buat saya. Meski kudu diakui juga, kadang-kadang dorama suka lebay, tapi lebaynya gak berlebihan (heu), pada takaran yang tepat, begitulah intinya.

Sora Kara (disingkat aja yah, capek nulisnya) yang kata wikipedia adalah dark mystery drama, memiliki alur cerita yang tidak disangka-sangka menurut saya. Di awal film, penonton disambut dengan kasus ‘bunuh diri’ seorang mahasiswi di apartemennya. Saya kira, dorama ini akan berkisah mengenai kasus kriminal dan sebagainya. TERNYATA pembuka tersebut memang hanya sekedar pembuka. Penulis cerita Sora Kara menyediakan kepingan puzzle lain di sepanjang cerita yang membuat kita bisa berteriak OH TIDAK. Inti cerita baru akan terkuak di akhir dorama ini. Jalan ceritanya tidak disangka-sangka dan menjadikannya spesial.

Meskipun memiliki ide cerita yang brilian, terkadang Sora Kara memiliki flaw yang sedikit sayaaangg karena seperti terlewat. Kalau untuk penonton kritis seperti saya (ngaku-ngaku), mungkin akan terganggu dengan beberapa detil cerita yang tidak sempat dibahas. Memang sih hal tersebut kecil sekali dan tidak memengaruhi jalan cerita, tapi tetap saja, kalau saja hal tersebut diperdetail, pastinya watching experience penonton bisa naik jadi super saiya alias super puas.

Lalu, kadang-kadang pemilihan BGM tidak pas menurut saya. Ada adegan yang harusnya serius dan sedih, tapi BGM-nya tidak mendukung. Jadinya emosi penonton seperti tidak stabil. Adegannya nampak serius dan berat, tapi BGM-nya ringan. Waktu saya nonton, flow-nya jadi sedikit rusak. Tapi yah sudahlah, masa mau marah-marah (ihik).

Menariknya juga, di dorama ini, permainan flow antara episode dari si penulis lumayan menarik. Di awal-awal (episode 1-6 atau 7 atau berapa deh saya lupa) itu naik terus dan seperti membuka semua tabir misteri dorama ini (padahal enggak), terus di episode setelahnya hingga menuju akhir, bisa dibilang flow-nya damai dan cenderung menurun. Inti dari cerita jadi akan sedikit blur dan agaknya sengaja dibikin begini biar penonton sedikit teralihkan untuk ‘hidangan utama’ yang mengejutkan. Mungkin strategi yang baik, tapi sempat kerasa bosan, apalagi dengan progress cerita yang nampak tajam sebelumnya. Dengan kedamaian semu ini, sempet bikin bosen. Untung naik lagi setelah itu. Enggak papalah ya, mirip hidup, kadang seru kadang damai.

Dari segi pemain! Saya kudu kasih jempol buat Kimura Takuya, Fukatsu Eri, dan Akashiya Sanma. Emang enggak lebay sih kalau dibilang ini penampilan KimuTaku yang ngejos. Karakter dark-nya dapet banget dan di akhir cerita sukses bikin penonton (saya sih) jadi ‘aaaa, kenapa sedih banget hidupmuuu 😥 ‘. Fukatsu Eri juga jempolan banget, dengan karakter heroine (can I claim her as the heroine?) yang nervous, quirky, dan khas dengan sepatu boot, ransel, dan eyeliner merahnya, sukses membuat saya tenggelam di karakter doi. Awalnya sempet ngerasa annoying, tapi lama-lama biasa juga kekeke. Akashiya Sanma juga oke banget! Apalagi banyak adegan dia yang sambil makan (entah makan udon, ramen, atau makanan jepang lainnya) yang sukses membuat saya ngences dan ngidam masakan Jepang yang autentik! (jadi itu alasannya)

Sora Kara menyediakan dorama khas Jepang yang innocent, cenderung realistis dengan takaran lebay yang wajar (enggak kayak The Heirs yang menurut saya lebaynya minta di-xxx). Figur si kaya di sini disajikan berbeda dari The Heirs yang kaya-kaya-menindas. ‘Kepolosan’ orang Jepang pun menjadi nilai plus untuk dorama ini, membuat saya tidak segan untuk menonton lagi dan lagi. Kalau saya disuruh nonton Heirs lagi, maaf-maaf saja ya, sudah cukup.

Kalau saya kudu ngasi rating, kayaknya 9 out of 10 bisa menggambarkan kesukaan saya untuk drama ini. Kejutan-kejutan di dorama ini menjadikannya spesial di hati saya. Dan aktingnya KimuTaku pun jempolan sekaleeeh. Dan Fukatsu Eri manis sekali ^^

Untuk nambah rasa penasaran kamu, silahkan ini ada video favorit saya kalau lagi ‘kangen’ dengan dorama ini:

Selamat menonton!

P.S.: Kalau mau nonton dorama ini, mungkin bisa di YouTube. Lumayan banyak pilihan channel, memang ada beberapa kanal yang menyediakan dorama ini denga audio yang berantakan, tapi pasti ada kanal yang bener kok 🙂 atau yah beli DVD-nya biar enak 😛 hehe

Advertisements

13 replies »

  1. Woaah, jadi mau nonton drama ini gegara kimutaku, >.<
    Thanks ya mba'e infonya.. (y)

    Btw, try to watch "bad guy", K-drama yg ga lebay tapi dapet banget ceritanya..

    • hehe sama2 😀

      Okay, saya akan nonton! Haha, kemarin sempet nonton drama korea yang pemerannya pergi ke kantor, masak, bahkan tidur pakai baju yang sama :)) apakah dia superman, harus selalu dalam kostumnya? haha

      btw, terima kasih atas rekomendasinya 😀

  2. iya keren bnget aku cari2 spoilernya krna lgi nnton remake koreanya dan seruu bnget walaaupun udah dngar ending ver jepangnya bkalan gmana Tpi ketika nnton critanya tuh ngk bsa ditebak bnget alurnya bkin penasaran tiap nnton epsnya dan woaah akting pemainnya ngk prlu diragukan lgi. Yahh mngkin bisa nnton kembali nih ver remake koreanya syapa tau bakalan suka jga dan ngebandingin apakah seo in guk bsa ngebawaan karakter kimura takuya😁

  3. gegara aku nonton versi korea y,, sangat amat penasaran sama ending ini drama. apalgi ini drama remake jepang khan,, dan berakhir lah nyari spoiler karena gak sbar nunggu minggu depan. ini dramnay asli bikin penasaran,, trus auranya beneran kek bakal ada sesautu yang bikin terkejut dan sedih. dan aku kaget ternyata ini drama bakal berakhir sad ending. apakah ku kuat y?? huhuhu

  4. Thanks review nya…
    Tpi knp selalu bandingin dorama ini sm the heirs??
    Knp g fokus aja kejalan crta sora kara furu ichioku no hoshi,klo mw bndingin dgn drama lain hrusnya review dri bbrp drama bkn hnya 1 drama. Kesannya menjatuhkan the heirs (menurut saya),emg seh stp penonton itu pny feel n point of view tersendiri sm stp drama/film yg mrka tonton. Tp coba lbh bijak lg dlm memilih kata saat mereview,cz jujur sya sdh ntn the heirs mgkn 3x. Tp image “lebay” yg sprti anda blg ,mnrut saya g bgtu koq. Kata” anda yg membandingkan k-drama the heirs sm sinetron yg ada di Salah stu tv swasta itu bwt sya terlalu berlebihan.
    Mohon maaf dgn sngat,bkn saya merendahkan/menghina hsil krya ank bngsa qta.
    Tpi saya rsa perbandingan anda untk drama the heirs sm sinetron yg ada d tv swasta “itu”,sumpah jauh bgt.
    Bhkn klo sya blg justru d tv qt yg lebay. Jujur,saya stop ntn tv sejak sya SMA.
    Tw prkmbngan dunia hny dri artikel online n medsos,cz alasan tyangan qt yg minim kelyakannya n faedahnya.
    Wktu buka blog ini berhrap dpt review yg mewkili rasa penasaran sm dorama ini,tp jd gagal fokus cz bloggernya fokus untk kritik/bandingin sm drama laen.
    But,,it’s okay..
    Thank you so much😉
    Fighting!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s