Book

Buku: The Life-changing Magic of Tidying Up

Buku ini sudah sekitar beberapa bulan saya baca, akhirnya sekarang selesai juga. Selalu ide bagus untuk membaca satu buku dan menyelesaikannya dibanding membaca beberapa buku dan tidak ada yang selesai dibaca. At least, untuk saya.

Wordpress Edit - 5

Sesuai dengan judulnya, buku ini tentang membereskan rumah/living space/atau tempat apa pun (kecuali beresin hati yang lagi kacau ya). Saya beli karena kebetulan apartemen saya berantakan banget, dan clueless gimana beresinnya. Pas lihat buku ini kayak ketemu jodoh aja gitu.

Supaya terbayang, saya kasih gambaran gimana bentuk apartemen saya di masa-masa durjana ini. Jaket, celana, kaos, dan sebagai macam bergeletakkan entah di kursi makan, sofa, di atas tempat tidur… Belum lagi rak buku saya… Terus kertas dimana-mana… Kacau balau pokoknya. Mirip gudang kira-kira.

Pengarang buku ini adalah Kondo Marie, seorang konsultan penataan ruang di Jepang. Dia sudah punya banyak pengalaman membantu para kliennya untuk merapihkan rumah mereka. Buku ini pun legit. Dan lagi, Kondo punya selera humor yang eksepsional dan cara bicaranya cukup straightforward. Saya selalu berpikir kalau orang Jepang suka memperhalus cara bicaranya, meski isi omongannya menyayat hati. Tapi Kondo cukup apa adanya dan benar.

Hari pertama baca buku ini, saya kira-kira ada di halaman 40an atau sekitar. Dari situ, saya langsung mempraktikkan apa yang saya baca dan luar biasanya apa yang dibilang buku ini langsung efektif. Apartemen saya jadi bersih dan rapih banget, saya pun gak nyangka bisa membereskan rumah seperti ini.

Satu-satunya hal yang baru saya ikuti dari buku ini adalah: Buang hal yang gak perlu dan lakukan dengan cepat. Beberapa hal yang saya buang adalah kertas-kertas, terus kabel yang udah rusak, celana robek (ini buat celana rumah btw), alat tulis, dan barang-barang lain yang gak pernah saya pakai.

Barang yang saya buang itu sekitar satu plastik sampah besar. Hmm kalau gak salah yang ukurannya 30 galon (bukan galon Aqua ya; satu galon sekitar 3L).

Saat menyortir barang apa yang perlu dibuang, Kondo menyarankan untuk bertanya kepada diri masing-masing satu pertanyaan: Apakah barang ini membuatmu merasa senang? Kalau iya, simpan; jika tidak, buang. Kebanyakan barang yang saya simpan di rumah itu ada karena saya takut di kemudian hari saya butuh. Nyatanya sih enggak. Karena alasannya bukan senang, saya memutuskan untuk buang ini, itu, dan akhirnya terkumpul satu plastik besar.

Dalam proses membereskan rumah waktu itu, ada beberapa barang sentimentil yang saya rasa kalau dibuang artinya saya gak menghargai orang yang memberikan atau memori yang ada di barang tersebut. Kondo juga membahas hal yang sama di buku ini dan menyarankan untuk membuang barang tersebut jikalau dirasa tidak menimbulkan perasaan senang. Perasaan takut, khawatir dan sebagai macamnya tidak masuk kategori ‘senang’.

Setelah membuang barang-barang yang sudah tidak diperlukan, sesungguhnya membereskan rumah jadi tidak begitu menantang atau overwhelming. Karena barang yang saya kira musti dibereskan sudah dibuang, tugas beres-beres pun lebih ringan. Alhasil, beres-beres raya kelar dalam 4 jam.

Melihat perubahan yang signifikan, saya merasa semangat dan tidak merasa terbebani untuk beres-beres berikutnya. Sebelumnya, untuk saya beres-beres ini adalah demanding task dan untuk melakukannya lagi malas banget. Dengan metode dari Kondo, dimana kita mulai dulu dengan buangin barang yang enggak perlu, rasanya beres-beres jadi sesuatu yang lebih menyenangkan.

Pirsawan, saya sungguh rekomen buku ini untuk kamu yang ingin menata ruang tinggal kamu dengan lebih baik. Saya merasa setelah melakukan kegiatan beres-beres dengan tips dari Kondo, banyak efek positifnya; khususnya kalau kamu ngerasa kalau living space kamu selalu cluttered kayak saya.

Sebelum baca buku ini, beres-beres rumah menurut saya pointless karena meski udah beresin, besoknya berantakan lagi. Well, ternyata selama ini saya salah ngelakuinnya 🙂 Mungkin aja buku ini gak cocok buat semua orang, tapi saya vouch ini buku sangat membantu saya. Go give it a try!

Advertisements

6 replies »

  1. kubelom pernah mempraktekkan “membuang” barang dgn pertanyaan “Apakah barang ini membuatmu merasa senang? ” nii. kayaknya bakalan epic jg entah brpa kantong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s