Amusement

Star Wars The Last Jedi bikin pecah kongsi kayak pilkada

star-wars-the-last-jedi-image-11

R: …; L: monmaap gak terima sumbangan (gambar dari forbes.com)

Btw, tulisan ini dibuat ulang karena penulisnya rempong. Kekekeke.

Berhubung jadwal rilis Star Wars The Last Jedi (TLJ) di Indonesia lebih cepet seminggu dari US of A, di timeline (?) instastory gue isinya orang posting spoiler atau potensi spoiler. Ada yang aman, ada yang menjurus gemes minta dicubit. Karena agaknya mengancam ketentraman akika menonton TLJ, langsung tanpa-babibu beli tiket bioskop buat hari Sabtu minggu depannya (sehari setelah premier di sindang). Kurang ambitchious.

Pas hari H-nya pake drama telat bangun pula, jadi mandi+sarapannya ditandem. Hahaha cyiin, rempong banget deh. Untung tiket bioskopnya yang tipe reserve seat, jadi aman deh tempat duduk favorit. Dan itu juga pas dateng bioskopnya udah rame pisan kayak travel Bandung-Jakarta pas weekend sore (pengalaman yha).

Filmnya bagus kok gaes, tapi ada tapinya.

Tapi pertama, menurut guvey di tengah-tengah filmnya agak lamban, semacam bertanya ‘kapan nih serunya’, cuman ni nanyanya 500x. Di tengah film, adegan antara Rey dan Luke di-alternate gitcu sama adegan Finn-Rose di Canto Bight. Yang Finn-Rose ini agak kelamaan dan agak apose menurut gue. Udah gitu kayak sia-sia gitu di main storynya. Kecuali di akhir banget sih, tapi secumit dah kitu perasaan gue. Hhhh. Cuma bisa elus dada-nya Kylo Ren.

Tapi kedua adalah karakter Admiral Holdo (bener gak nich nulisnyah). Gue belum paham motif Tante ini main rahasia-rahasiaan soal rencana menghadapi First Order (ceritanya pesawat mereka dibombardir sama General Hux). Mungkin sesuatu yang gue skip, tandanyah akika perlu nonton kembali TLJ supaya bisa lihat Kylo Ren telanjang dada. Dan thanks to tindak-tanduk Tante rambut palsu ini:

laura-dern-holdo

*mas yang sebelah sana kenapa cuma pake celana sebelah?* (gambar dari geekdad.com)

petualangan seru Finn-Rose bisa kita nikmati dengan percuma. Yha. Gue nambah gemes pas akhirnya ketahuan rencananya, ternyata ow begitu kenapa gak kasih tahu dari tadi. Mungkin dia rahasiain karena tahu Poe bakalan menentang barangkali. Karena si Poe 100% darah muda alias berapi-api kalo kata Bang Rhoma. Yha apa pun itu… Tapi Tante ini gak ngeselin terus sepanjang film; karena doi, character development Poe dieksekusi dengan baique menurutqu.

Tapi ketiga adalah karakternya Benicio Del Toro. Hmm mungkin otak w yang kurang sampe untuk paham apa faedahnya doi dicasting, tapi harapan wa sih semoga doski muncul lagi di episode ke-9.

Bagusnya film ini banyak. Sequence berantem lightsaber-nya okeh, visualnya okeh (khususnya yang pas di Crait <– yang tanahnya putih kalo dikesrek-kesrek keliatan warna merah), dan x-wing cockpit scene-nya lebih gigit seeehh; berasa ikut naik juga cyin. Komedinya juga pas di aku. Terus yang paling gue respek: super intense dan susye ditebak. Arah filmnya kadang suka bikin terkajuik sampe lompat dari kursi. Bisa dibilang lebih realistis gitu ya, ketimbang sekedar memanjakan hasrat penonton.

Untuk akuh, TLJ oke. Emang gak sebagus The Force Awakens (at least dalam pacing dan engagement penonton), tapi engga menghilangkan niat untuk menambahkan film ini ke koleksi eike. Soalnya kan kapan lagi lihat Kylo Ren telanjang dada yekan.

Yang lebay dari film ini lamah terjadi di luar film; yaitu efek pecah kongsi Internet jadi 2 kubu: satu yang suka, satu yang enggak (ya eyalah, ego uga nih penjelasannya). Bahkan sampai ada petisi buat Disney untuk menghilangkan TLJ dan remake episode 8. Bonengan nih? Tidakkah mereka menghargai Kylo Ren telanjang dada!?!

Lebaynya lagi ada yang curiga Disney ngebayar kritikus film untuk ngasih rating tinggi. Di Rotten Tomatoes sempet 93% (ini pas kelar nonton banget gue cek), sekarang di 91% sih. Di Roger Ebert ratingnya Godly, yaitu 4 out of 4. Agak lebay sih ratingnya menurut gue kalo itu (karena kan kesempurnaan milik Tuhan ya). Film Blade Runner 2049 yang favorit-akuh-banget rating Rotten Tomatoes-nya cuma 87%, sementara di Roger Ebert 3.5 out of 4. Gak rating jelek juga sih, tapi kalo gue yang ngasih rating (mimpi upik abu), TLJ sedikit di bawah Blade Runner 2049 (monmaap nih buat yang kagak setujambak).

Wadidaw. Seru banget kelebayan ini, belum lagi kalo baca artikel mainstream yang satu memuji TLJ, satu lagi mengkritisi. Yang muji kadang lebay, yang kritik juga kadang lebay. Yha namanya juga selera yha.

Rasa-rasa gue Disney gak akan remake episode 8 (yha ngapain juga) karena filmnya udah break-even mustinya (box office-nya udah $1 billion cyin). Pesanku untuk yang lebay menentang filmnya: YODAlah, masih ada episode 9 dua tahun lagi dan ikhlaslah nak. Lagipula kapan lagi kita lihat adegan cockpit x-wing yang dinamis seperti di mari dan Kylo Ren telanjang dada.

Sekarang coba kita bikin petisi ada companion anime-nya untuk side story kayak Blade Runner 2049. Kayaknya lebih realistis. Kali.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s