America

Seattle – Musim Gugur 2017 – Hari 3

Setelah kurang lebih setahun yang lalu, dan tulisan ini masih ‘betah’ di draft *nangis*. Pemirsah, lanjut aja ya, nanti ada bonus tulisan karena di awal 2018 sempet ke Seattle lagi lolz.

Hari ketiga ini kita gak ada rencana spesifik, sebenernya sepanjang perjalanan ini kita gak ada ambisi harus menjajal x-y-z. Agak out of the box liburan ke Seattle ini, soalnya gue ga bikin itinerary kayak biasanya, pokonya cuma nge-list tempat-tempat apa yang bisa dikunjungi, terus pas udah di jalan, baru kita memutuskan mau kemana. Entah gue lagi malas bikin rencana jalan, atau lagi pingin woles tanpa tarik urat.

Karena engga ada rencana, awali hari dengan sarapan dulu, siapa tahu abis itu ngide. Kita cari sarapan di Pike Place market seperti biasa dan gue beli hombow dan jianbing (roti dan crepe cina). Pas makan, kita engga sengaja denger turis lain bilang mereka mau ke gum wall. Gue sampe lupa kita belum ke sana padahal udah hari ke-3! Durjana! Lulz. Kebetulan tempatnya deket dari lokasi kita, jadi sekalianan keluar.

DSC06126

Abis foto-foto kita bingung mau kemana, terus bokap bilang kita belum jadi dari kemarin mau ke Pier 55 naik ferris wheel. Porsi cerita ferris wheel inilah pemirsah dimana Anda bisa menyaksikan runtuhnya ego manusia jumawa yang tidak sadar akan horornya hempasan angin laut.

DSC06136 DSC06148

DSC06150 Gue udah lama banget gak naik ferris wheel semenjak dewasa. Awalnya sih santai, bakalan sengeri apa sih? Nyokap ogah naik karena takut ketinggian, tapi karena didukung bokap, akhirnya mau naik juga. Gue masih naif, emangnya serem banget? Hihi iya serem kalo pas ferris wheelnya berhenti dan ada angin laut menghempas atau salah satu penumpang gerak tiba-tiba sehingga podnya mengayun ke kanan dan ke kiri 🙂 waw… Bulir peluh segede biji jagung mulai mengucur dari segala bagian tubuh. Tapi itu cuma pas ferris wheelnya berhenti, kalo udah gerak sih biasa aja. Mayanlah gue merasakan adrenaline mengalir deras kayak mau jatuh pas pod-nya goyang-goyang. Gusti :’) Turun dari ferris wheel, kita jalan-jalan sebentar di dermaga buat liat toko-toko. Kebanyakan toko suvenir dan bokap pingin lihat toko Harley Davidson juga. Engga beli apa-apa, katanya yang dicari engga ada. Terus kita mau makan siang dan lagi mood untuk makan chinese. Di Seattle ada Chinatown yang isinya (tentunya) restoran chinese dan engga jauh dari lokasi kita. Kita mutusin jalan sekalian bakar kalori sebelum menggila. Restonya enak banget gengs btw, namanya New Star Seafood. Kita pergi lagi tahun 2018, juga masih enak kayak pertama kali. Jadi bukan efek lapar sebagai bumbu utama.

DSC06170

DSC06174

DSC06179

DSC06180

DSC06182

Di Chinatown ini ada Kinokuniya yang satu gedung sama Uwajimaya (supermarket Jepang). Sebagai avid stationery junkie, kudu ke sana dong akyuh. Lumayan sih beli macem-macem alat tulis, gak banyak soalnya udah banyak yang dipunya. Di sini juga jual suvenir Seattle yang harganya lebih murah daripada di Space Needle. Kurang lebih setengah harga gitu? Desainnya emang gak lebih bagus, tapi ada beberapa yang not so bad menurutku. Cek di sini dulu saranku kalau mau beli magnet kulkas, shot glass, dsb. Lebih murah dibanding di tengah kota sis.

Sis (n bro) nantikan tulisan selanjutnya. Semoga gak perlu nunggu setahun lagi kekeke (gak ding bercanda, akan kutuntaskan seri tulisan Seattle ini secepatnya).

Advertisements

Categories: America, Travel

Tagged as: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s