America

Seattle Bonus – Cerita Sepur ke Vancouver

Pemirsah, lanjut yha cerita bonus dari Seattle.

Untuk pulang ke Vancouver Burnaby, kita sekeluarga pingin naik mode transportasi darat, dengan alasan pingin lihat pemandangan apik. Awalnya pingin nyetir, cuma mau sewa mobil apa yang bisa mengakomodasi bawaan dan manusia-manusia rempong ini? Kita sekeluarga ada 4 orang, satu orang bawa satu koper besar dan carry-on gredekan. Naik sedan ngimpi, sewa SUV lebay, sewa van esktrem. Dan mahal seus kalo diitung-itung. Opsi jalan darat lain –> the holy kereta of Amtrak. Tidak capai, murah meriah, dan santai.

Lokasi stasiun Amtrak Seattle di Chinatown, deket stadium football dan sama stasiun Link light rail. Nama layanannya Amtrak Cascade dan melayani rute kheuseus pacific northwest (bisa dari/ke Portland kalo w bener).

Kereta dari Seattle pas gue pergi ada 2 jadwal, yaitu berangkat jam 7 pagi (apa jam 6) dan satu lagi jam 7 malam. Kalau naik kereta malem, kita baru sampe di Vancouver jam 11 malem. Karena takut gelap gak bisa menikmati pemandangan (asumsi kita aja sih), kita pilih jam pagi.

DSC03030

Check-in nya seinget w sekitar 30 menit sebelum berangkat dan diassign seat-nya manual oleh kondektur kereta. Sistemnya siapa cepat dia dapat. Semua penumpang duduk di lantai 2 gerbong, sementara lantai 1 (kalo gak salah) ada kompartemen untuk naruh barang dan kamar mandi (w gak sempat merasakan kamar mandinya kayak apa, tapi kata bokap ya gitu deh). IMO kursinya gak masalah mau dimana, menurut gue sama aja dan gak ada istilah ‘best seat’. Kalo kursi assigned-nya gak enak untuk menikmati pemandangan, bisa pindah ke gerbong panorama. Ada kursi yang menghadap ke jendela jadi ga usah nengok-nengok, tinggal senderan.

Durasi perjalanan sekitar 4 jam. Sampe masuk ke kawasan metro Vancouver menurut gue cukup reasonable, kayaknya hampir 3 jam. Cuma pas menuju stasiun, laju kereta lebih lambat karena relnya belok-belok. Dan gue baru tahu kalo keretanya akan ngelakson (??) kalo lewat jalan yang ada palang keretanya (norak).

Pemandangan sesuai ekspektasi seus, adem dan alami; Gunung, bukit, danau, hutan pinus, ladang hijau, peternakan. Beberapa foto try-hards:

DSC06557

DSC06573 DSC06555

DSC06577

Naik kereta Amtrak Cascade ini ngide paling pecyah tahun 2018 sih. Gue awalnya ogah karena 4 jam, sementara naik pesawat paling cuma sejam kurang, kayaknya lebih praktis begitu ya. Tapi setelah mengalami, agaknya naik pesawat dan naik kereta itu sama aja kalau engga lebih enak naik kereta.

Kalo di bandara biasanya kita datang 2 jam lebih awal, terus lewatin sekuriti yang aduhai (copot inilah itulah, keluarin laptop lah, belom kalo galak), udah sampai di tujuan masih nunggu bagasi keluar, lokasi airport Seattle lebih jauh dari hotel kita ketimbang ke stasiun (di Vancouver juga gitu; Dari stasiun ke rumah w lebih deket), DAN bagasi gratis dua biji per orang kalo naik kereta. MAU NANGIS GAK ANDA!?! Intinya, naik kereta lebih rilek dan lebih murah, apalagi kalo sama keluarga/ramean tambah serunya. Yang paling penting  pemandangannya A+ kecuali pas udah masuk ke Vancouver, masih bagus tapi udah gak majestik.

Saran w kalo naik kereta jangan lupa bawa makanan sendiri. Selain biar suasana piknik, makanan kereta ya u tahu sendiri, standar ajya. Enak kalo bawa hombow dari Pike Place Market (kita beli 4 roti di hari sebelumnya buat bekal). Aku pingin lagi naik kereta dari Seattle ke Vancouver atau sebaliknya. Seru aja sih soalnya. Tapi zonk juga ya kalo sendiri (curhat sis).

Btw ini tulisan terakhir w tentang liburan di Seattle. Selanjutnya w gak tahu mau nulis apa lagi… Kok sedih ya… But I’ll be back soon! Entah dengan apa, semoga kamu selalu menanti. Btw ini bonus gambar white rock di kota White Rock, kota deket perbatasan Canada dan Amerika. Aku ke sini juga lain waktu karena penasaran dengan pier-nya. Nanti aku tulis ini deh hohohehe.

DSC06571

Advertisements

2 replies »

  1. Setuju sas, gw juga akhir2 ini lebih seneng naik kereta dengan sederet alasan yg lo sebut di atas (kalau naik pesawat, ujung2nya kita harus sampai di bandara min, 2 jam sebelumnya, check in, periksa ini itu, turun masih harus nunggu bagasi, sama aja lamanya dgn naik kereta). Sementara kalau naik kereta pemandangannya bagus, rileks, dan kalau ramean malah lebih seru lagi. Ditunggu cerita2 liburannya lagi, Sas! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s