Canada

Liburan ke Victoria

Tulisan jalan-jalan pemirsaaaaaah, semoga dirimu masih berkenan yha.

Agustus kemarin aku jalan-jalan ke ibukota provinsi BC, yaitu-adalah-merupakan Victoria. Lumayan sis, short getaway. Karena lokasinya di pulau terpisah, gue pergi numpak bus terus nyebrang naik ferry; baru denger aja kayaknya udah seru (dan bikin takut karena watir berbagi tempat duduk di bus dengan orang asing kyaaa). Dan emang bener pemirsahhhhh!!! (serunya, bukan watirnya)

Perjalanan naik ferry-nya bagus, sepanjang mata memandang biru air laut dan hijau pepohonan di pulau sekitar.  Total perjalanan sekitar 3 jam gitu? Lupa eike, tapi gak kerasa, agaknya tertutup euphoria.

DSC07063 DSC07069

DSC07079 DSC07070

Berikut adalah rangkuman kegiatanku

Miniature World

Museum ini jujur yang bikin aku pingin ke Victoria. Ketika w watir apakah liburan ini akan berkesan atau tida, w kesampingkan itu semua dengan beralaskan museum ini. Sampeyan mau ngelewatkan kesempatan ini? Cus dah w pergi dengan semangat fana tersebut.

Instalasi yang dipamerkan lumayan banyak dan temanya macam-macam; ada yang tentang sejarah provinsi BC, perang dunia ke-2, kisah dongeng, legenda Raja Arthur dsb dsb. Kadang ada instalasi yang kobe (kontrol beungeut) patungnya di luar batas. Seneng banget bisa ke sini sampai kamera w agak panas akibat shutter-nya dipejet terus tiap sebentar.

DSC07153 DSC07131

DSC07176 DSC07180

Sekitaran Victoria Harbour

Deket dengan museum miniatur, jalan dikit aja, kita sampai di pelabuhan Victoria (pelabuhan kecil ya, tempat ferry-ferry kicik, yacht, dan seaplane berlabuh). Depannya Empress Hotel yang megah dan sebelahnya gedung parlemen. 10/10 enak buat duduk manja santai. Untuk suatu alasan, tempat ini selalu ramai; entah pertunjukan musik jalanan, atau orang jualan lukisan/suvenir buatan sendiri, jual makanan dan sebagainya dan sebagainya.

DSC07546 DSC07564

DSC07575

Hop on hop off bus

Ini pertama kalinya gue naik bus macam ni di Amerika Utara. Experience yang gue alami gak se-WAH yang ada di pamfletnya, tapi opsi yang gampang kalo pengen ke sana ke situ selama di Victoria. Cuma kalo gue bisa re-visit perjalanan gue mah, mending naik bus umum aja. Dari destinasti yang ditawarkan, gue cuma suka segelintir dan semuanya bisa dijangkau dengan bus umum. Cukup beli tiket terusan harian yang harganya lebih murah dan tidak bertele-tele. Highlight dari layanan ini menurut gue pas kita menyusuri coast line aja, selain itu gue merasa overcharged.

Craigdarroch Castle

Gue inget waktu ke kastil ini gue naik bus naik-turun di atas kan, terus 100% penumpang di bus gak ada yang turun di pemberhentian mana pun. Gue mau turun jadi sungkan, ini kita boleh turun apa engga sih (sungguh pemikiran bodokh).. Karena penasaran sama kastil ini, yowis aku (beranikan) angkat pantat dan bilang permios pada kakek tua yang duduk di sebelah. Ternyata emang bener boleh turun (yaiyalah), khan namanya juga bus hop on dan hop off, masa hop on terus…

Kastilnya bagus menurut w, sangat terawat, bahkan sebelum masuk sol sepatu w harus disikat dulu (ada alatnya). Isi kastil ini dipertahankan se-autentik mungkin, mulai dari ruang tidur, ruang baca, kamar mandi, toilet, dan ruang makan-nya disuasanakan layaknya waktu dihuni dulu. Bikin aku hanyut di masa itu, tapi 10/10 gak mistis. Di lantai paling atas ada aula untuk dansa-dansi yang lengkap dengan piano. Memang benar orang kaya Pak Dunsmuir ini (empunya kastil)… Ruangannya juga banyak banget, padahal kayaknya pas masuk ukuran kastil ini biasa saja (sok iya banget gue…). DSC07358

DSC07375 DSC07391

Suatu coast line di Victoria (Oak Bay Village terus lagi begituh?)

Ini salah satu destinasi dari layanan bus naik-turun. Di Oak Bay village banyak toko-toko dan kafe/restoran indie. Terus jalan dikit bisa ke Marina-nya yang menurutku B aja. Gue ngabisin 45 menit menyusuri Marina ini karena nunggu bus datang. Pemandangannya bagus, tapi 15 menit udah cukup untuk foto dan eksplorasi manja sana sini. Gak banyak yang bisa aku nikmati lama-lama dengan tulus di sini…

DSC07510 DSC07511

Setelah naik bus, barulah mata ini dimanjakan dengan pemandangan garis pantai yang bikin adem. Kalau aja aku sewa mobil, aku akan ke sini dan menikmati pemandangan sambil menumpahkan perasaanku di jurnal (ih bahasa kamu tuh, gadis halu ya). Cuma karena kita merakyat (dan tidak ada perencanaan) ya kita nikmati saja dari atas bus.

DSC07529

Kota & perayaan BC day

Meski banyak yang bisa dikunjungi, gue bilang kota Victoria sendiri udah sangat menawan dan gue cukup seneng dengan jalan-jalan santai di beberapa neighborhood. Banyak toko lokal, toko buku yang udah ada dari jaman doeloe, gedung warisan yang dipelihara; dan tida hanya gedung antik, tapi juga kendaraan; mobil vintage sering sekali lalu lalang, mungkin ada yang menyediakan tur dengan mobil kuno ya (cuma nebak akutu). Aroma nostalgia kental banget di kota ini. Kata supir bus aku, pensiunan dari Vancouver banyak yang pindah untuk menghabiskan masa tua di sini. Aku sih yes. DSC07627

DSC07628 DSC07677

DSC07699

Di malam terakhir, gue ke Victoria Harbour lagi untuk menikmati perayaan BC day dengan kembang api dan orkestra. Sempet nyesel di awal karena datangnya telat (ngaso dulu di hotel padahal langsung aja ke sana, dasar bocah gendeng), alhasil gue gak dapet spot bagus. Setelah pencarian kurang lebih setengah jam, gue dapet tempat di depan pelabuhan dan harus puas berada di barisan ke-3, sembari perlahan aku ke barisan ke-2. Mungkin rejeki mungkin juga kebetulan, ibu-ibu persis depan gue pergi (entah kemana) dan ini sungguh momen surreal buat aku. Sesuai dengan hukum Newton, masuklah gue di barisan paling depan. Hamdalah puas banget bisa lihat kembang api tanpa dihalangi orang lain.

DSC07717

DSC07749

Kelar kembang api, aku pulang ke hotel terus pijit kaki aku; gila sih pegel banget karena berdiri terus. Besok paginya aku pulang ke Vancouver dengan naik bus dan ferry lagi seperti perginya.

Aku 10/10 seneng banget ke Victoria. Kalau ada kesempatan lain waktu, aku mau banget berkunjung lagi. Yha mungkin yang berikutnya gak se-touristy yang awal karena sudah pernah khan. Yang berikutnya barangkali lebih ambisius ke ujung pulau? Hmm, kumasukkan ke wishlist.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s